Showing posts with label Antologi. Show all posts
Showing posts with label Antologi. Show all posts

Monday, October 20, 2014

Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih


Bulan Mei 2014 lalu, aku dihubungi editor GPU Meilia Kusumadewi untuk ikut ngirim cerpen untuk buku kumcer khusus menyambut ultah ke-40 GPU, Setelah nulis beberapa judul yang nggak bikin aku puas, akhirnya muncullah ide cerita The Pink Lotus. Awalnya aku nggak yakin cerpen itu lolos seleksi. Maklum, aku kan “cerpenis proyek”—baru sadar mau bikin cerpen kalau jelas mau ada event tertentu.
Dan aku juga bahkan sudah lupa ada acara itu. Sudah lewat berbulan-bulan sejak aku kirim cerpenku, yang berjudul The Pink Lotus. Aku baru ingat lagi setelah lihat status Facebook kawan baikku Lexie Xu, yang memuat soal jadwal edar buku kumcer berjudul Cerita Cinta Indonesia, berisi 45 judul cerpen dari 45 pengarang beken. Dia ikut ada di situ, dan aku juga.

Sunday, July 07, 2013

Ibu dalam Diriku: Antologi Cerita


Semua diawali dari sebuah obrolan ringan penuh canda tawa. Kira-kira bulan Januari lalu, novelis Nora Umres, agitator & grafolog Aulia A. Muhammad, cerpenis Catastrova Prima, dan aku nongkrong di beranda belakang kantor LeSPI (Lembaga Studi Pers & Informasi) di bilangan Murbei Timur, Srondol, Semarang. Awalnya diskusi berkisar antara MU, Chelsea, dan kondisi sosial politik terkini, sebelum kemudian merambat ke soal proyek.

Macam-macam ide bermunculan, dan yang langsung dieksekusi adalah membentuk grup khusus Linikreatif Reading & Writing GOLD yang merupakan versi berbayar dari Linikreatif Reading & Writing (biasa disingkat LKW). Dan proyek besar pertama dari grup khusus ini adalah membuat kumpulan cerpen bertema ibu—rencana semula akan dirilis bertepatan dengan Hari Kartini 21 April.

Monday, March 18, 2013

Pocong Nonton Tivi


Kadang-kadang, proses kreatif penyusunan sebuah buku terjadi dengan cara yang tak lazim dan nyaris tak terpikir sebelumnya. Itu yang kualami dalam penggarapan buku terbaruku ini, Pocong Nonton Tivi: Dongeng Literasi Media terbitan Yayasan TIFA dan LeSPI (Lembaga Studi Pers & Informasi).

Biasanya aku membikin buku dengan cara biasa-biasa saja. Atas kehendak sendiri dan kutulis semauku entah kapan jadinya yang penting jadi. Sekali ini, aku (ikutan) menulis karena diundang. Jadi ceritanya, LeSPI sedang membuat proyek kampanye literasi media (melek media—warga bisa membedakan mana isi yang jelek dan baik dari satu media). Nah, untuk anak-anak, kampanye dilakukan lewat dongeng.

Monday, February 13, 2012

Kumcer Teenlit Bukan Cupid


Apa yang terjadi bila kamu salah membawa buku milik Cupid, sang Dewa Asmara? Tanyakan itu pada Dito, yang sedang sebal pada Valentine karena ia jomblo forever. Maka kejailannya menuliskan aneka macam nama-nama berpasangan di buku itu memunculkan kejadian-kejadian yang aneh bin ajaib dan menghebohkan!
Itulah “Bukan Cupid”, ditulis oleh Valleria Verawati, satu dari 14 cerpen karya 14 novelis teenlit kondang yang terkumpul di buku mungil ini. Membacanya pasti akan langsung membuatmu teringat pada mereka-mereka yang kamu sayangi. Keluarga, sahabat, pacar, dan siapa pun yang berarti bagimu. Maka tak salah bila buku ini menjadi kado kasih sayangmu buat mereka.

Monday, September 19, 2005

The Colors of Our Dreams (2002)

Author: Noah Bevins (Editor)
Rilis: Juli 2002
Penerbit: International Library of Poetry, Owings Mills, Maryland, USA
Tebal: 279 halaman
Genre: Anthology/poetry

Saya jadi penyair di taraf internasional? Kayaknya ini merupakan sebuah gagasan yang sangat sukar untuk ditelaah dengan akal sehat, bahkan oleh diri saya sendiri. Tapi saya emang pernah masuk dalam sebuah buku antologi puisi terbitan Amerika Serikat, meski cuman untuk level penyair amatir.
Ceritanya, sekitar pertengahan 2001, mengikuti jejak Redpel Tabloid tren saat itu, Kang Budi Maryono, saya mencoba nulis puisi untuk situs Poetry.Com milik International Library of Poetry (ILP). Saya pun mencoba-coba nulis puisi bahasa Inggris. Judulnya The Final Good News.