Apa yang terjadi bila kamu salah membawa buku milik Cupid, sang Dewa Asmara? Tanyakan itu pada Dito, yang sedang sebal pada Valentine karena ia jomblo forever. Maka kejailannya menuliskan aneka macam nama-nama berpasangan di buku itu memunculkan kejadian-kejadian yang aneh bin ajaib dan menghebohkan!
Itulah “Bukan Cupid”, ditulis oleh Valleria Verawati, satu dari 14 cerpen karya 14 novelis teenlit kondang yang terkumpul di buku mungil ini. Membacanya pasti akan langsung membuatmu teringat pada mereka-mereka yang kamu sayangi. Keluarga, sahabat, pacar, dan siapa pun yang berarti bagimu. Maka tak salah bila buku ini menjadi kado kasih sayangmu buat mereka.
14 Februari kita kenal sebagai Valentine’s Day, Hari Kasih Sayang. NamunValentine’s Day atau bukan, 14 cerita yang hadir dalam buku ini adalah penanda bahwa selama kita masih punya cinta dan kasih sayang, tak ada apa pun yang perlu kita takutkan.
So, bergabunglah ke dalam perjalanan cinta bersama para penulis idolamu: Antonius Andrie, Christina Juzwar, Esi Lahur, Erlin Cahyadi, Irena Tjiunata, Janita Jaya, Lea Agustina Citra, Monica Petra, Nora Umres, Pricillia A.W, Sophie Maya, Teresa Bertha, Valleria Verawati, dan Wiwien Wintarto. “14 Writers. 14 Love Stories. On a day full of love.”
Popularitas laman cerita seram terbesar Indonesia, www.gombel.com, sebenarnya tengah berada dalam grafik menaik.
Sayang kemudian sebuah fenomena yang aneh dan misterius terjadi. Cerita-cerita
tertentu yang dipasang di situs itu memuat lelembut sungguhan. Siapapun yang
menerima dan membacanya akan langsung mengalami kejadian yang mengerikan.
Ada yang melihat
penampakan, suara-suara misterius, mencium bau kemenyan atau kembang melati,
bahkan ada yang kesurupan fatal sampai harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa!
Bersama Arad
si wartawan partikelir, Nova berusaha menyingkap misteri itu. Dan titik terang
pertama yang didapatnya adalah, cerita-cerita seram yang menimbulkan efek
menakutkan itu adalah yang ditulis oleh seorang member Gombel.Com dengan user ID rana_rani.
Berpacu dengan
waktu, mereka harus secepat mungkin membongkar misteri apa yang terkandung di
balik cerita-cerita dari rana_rani. Namun upaya mereka sama sekali tak mudah
karena harus berhadapan langsung dengan sesosok makhluk halus penuh dendam yang
memiliki kekuatan luar biasa.
Misteri demi
misteri bermunculan dan membuat semuanya bertambah rumit. Siapa itu Rana? Apa
yang sebenarnya terjadi pada tanggal 13 Desember 2004—tujuh tahun lalu—di
sebuah tempat yang bernama Kalikulon? Dan apa yang sesungguhnya tengah dicari
oleh Rana?
Trivia:
Cerita
tentang sapu tangan merah konon adalah cerita nyata yang dialami oleh
kakak Pak Jos, salah seorang rekan kerja almarhum ayahku di Suara Merdeka.
Kampus
Unisbank Semarang kupakai sebagai salah satu lokasi (dan juga kampusnya
Nova) karena saat cerita ini kutulis (2007) aku kerap kumpul dengan
beberapa tukang lunpia (sebutan untuk anggota komunitas blogger
Loenpia.Net) yang kuliah di sana.
Gara-gara
menulis novel ini, aku tahu nama resmi RSJ Semarang adalah RSJ Daerah
Amino Gondohutomo.
Seto,
redaktur fiksi tabloid Abege, juga muncul di The Unfunniest Comedy (2011)
dan akan menjadi tokoh utama novel metropopku sesudah ini. Turut muncul
adalah para kru redaksi Abege lainnya, yaitu Tommi, Nora (Umres), Wira, Bona,
dan Roman.
Pas
cerita ini kutulis, di Semarang belum ada koran bernama Harian Semarang.
Sekarang tahu-tahu ada, berdiri sejak 2009, dan kebetulan namanya sama
persis. Bukan ngiklan, hehe…
ASD
alias Akademi Sekretaris Dirgahayu yang disebut Nova adalah almamater
Dewi, tokoh utama dalam Say No to Love (2007).
Parangkembang
V adalah nama sebuah gang beneran di perumahan Tlogosari. Dulu yang pernah
tinggal di sana
adalah dua teman kuliahku, Faiqoh dan Ary Leo—ngekos.
Dini
dan Maya yang disebut Seto adalah Dini dan Maya dari SMA Negeri 25
Semarang dari novel Dunia Dini (2007). SMA 25 juga adalah sekolah dari
para anggota grup lawak Ora Obah dalam The Unfunniest Comedy.
Kampoeng.Net
adalah biro desain web sungguhan yang menangani website tabloid Tren sejak
tahun 2002 hingga Tren tutup tiga tahun kemudian.
Hujan
di Hati Stephie adalah buku kumpulan cerpen sungguhan karya Nora Umres.
Cerpen yang menjadi judul buku kumcer itu pernah disinetronkan menjadi FTV
berjudul sama pada tahun 2008 dan tayang di TV lokal Semarang, Cakra Semarang TV.
Sutradaranya adalah Mas Handry TM, sedang aku menjadi penulis skenario dan yang ngarang menjadi produser!
Band
Rendezvous at 8 adalah tokoh utama novel Rendezvous at 8 (2006). Sedang
Paprika adalah band indie sungguhan yang pernah malang melintang sekitar tahun 2005.
Buttercup
adalah perusahaan produsen makanan olahan yang nongol dalam Dunia Dini dan
The Sweetest Kickoff (2009). Sedang Taurus Corp adalah perusahaan
multinasional milik Rainie dalam novel The Rain Within (2005).
Cansebu
Spa Hotel betul-betul ada, tapi di Bogor,
Jawa Barat. Bareng keluargaku, aku pernah menginap semalam di spa hotel
itu pas menghadiri pernikahan saudara sepupu tahun 2002 lalu. Sayangnya
tak sempat nyepa (maksudnya, menggunakan fasilitas spa!).
Adegan
penjelasan seluruh misteri pada bagian akhir di kantor tokoh Bos Besar di
sini meniru adegan serupa dalam novel-novel Trio Detektif-nya Alfred
Hitchcock (teks Robert Arthur). Bedanya, jika di sana
Jupe, Pete, dan Bob memberi penjelasan pada Mr. Hitchcock, di sini Arad dan Nova
memberi penjelasan pada Mas Tommi, Pemred Abege.
The Unfunniest Comedy berkisah soal Teater Obah, kelompok ekskul teater SMA Negeri 25 Semarang. Oleh pelatihnya, Bimo, grup itu kemudian dipecah menjadi grup lawak yang bernama Ora Obah, beranggotakan empat personel: Vian si tomboi, Ardi, Odi, dan Ruben. Selain para anggota inti, ada pula dua cewek yang ikut sibuk sebagai kru, yakni Rita dan Nena.
Setelah sukses menjuarai kontes Temu Lawak di TBRS, Ora Obah segera dihadapkan dengan berbagai proyek pementasan yang menjanjikan. Salah satunya datang dari Pak Ramzi, pengusaha kaya raya yang akan membawa mereka ke pentas lawak nasional. Masalah timbul ketika Nadia, puteri Pak Ramzi yang juga sekaligus sepupu Ruben, naksir Vian karena dia salah mengira Vian sebagai cowok akibat gayanya yang terlalu tomboi!
Urusan kian rumit oleh masalah percintaan yang kompleks antara Odi, Vian, Ardi, Rita, dan Bimo. Berikutnya ada Danty, kenalan baru Bimo yang mencurhatkan problem percintaannya pada Bimo dan berakhir pada hasutan yang bikin pusing meski tujuan Danty sukses tercapai.
Bimo sendiri, yang tengah dilanda krisis kepercayaan akan cinta, pada akhirnya menemukan apa yang dicarinya selama ini—termasuk hati milik siapa yang sebenarnya paling berarti buatnya.
Trivia:
Cerita tentang pembantu gila yang memukuli bapak majikannya sendiri pernah kupentaskan di pensi Agustusan Blok F Genuk Indah tahun 1992 bareng Itok, Rully, dan Ratna Mumpuni. Waktu itu pentasnya meniru model Lenong Rumpi (RCTI), dengan cerita berjudul Jongos Gila.
Penerbit Gigih Pustaka betul-betul ada di dunia nyata. Nama lengkapnya Gigih Pustaka Mandiri (kalau disingkat GPM, hendak menyaingi GPU!). Kantornya ada di Jogja, dan itu penerbitan milik Nora Umres.
Wira, redaktur sport Tabloid Abege, adalah tokoh utama di novel Rendezvous at 8 (2006). Di novel itu, ia jadian dengan Vida, vokalis band Rendezvous at 8.
Dini dan Maya adalah tokoh-tokoh utama di novel Dunia Dini (2007). Dalam cerita itu, mereka mencari Pak Sasongko, mantan kepala sekolah SMA Negeri 25 Semarang yang menghilang misterius.
Seto, redaktur resensi film dan buku di Tabloid Abege, akan jadi tokoh utama di novelku berikut, metropop yang berkisah soal lika-liku dunia sinetron Indonesia. Di buku itu nanti, ia akan ketemu dengan Farah, owner Magelang FC yang jadi tokoh utama di novel The Sweetest Kickoff (2009). Apa sajakah yang terjadi pada mereka? Tunggu saja...!
Adegan ngudarasa atau monolog yang dibawakan Ruben saat Ora Obah main di kontes Temu Lawak adalah materi standar pembukaan pentas lawak gaya lama dari Srimulat, ludruk, dan grup-grup lawak era 1970 dan 1980-an. Unsur ini sekarang sudah amat jarang dimainkan oleh pelawak masa kini yang menyebut dirinya komedian, dan bukan pelawak.
Pelawak Gareng Sumarbagyo sungguh-sungguh ada di dunia nyata. Ia melawak dalam pentas wayang Ngesti Pandowo sebagai Gareng, salah satu dari keempat punakawan pengiring Arjuna. Nama Gareng sangat berpengaruh dalam peta perlawakan Semarang dan Jawa Tengah.
SMA Negeri 5 Semarang, sekolah tempat Nadia belajar, adalah sekolahku dulu, hehe...!
Meja nomor 13 di Food Court lantai III Java Supermall Semarang adalah tempat nongkrong favoritku kalau pas makan di sana. Sayang sekarang sepertinya layout ruangan di sana sudah tidak seperti dulu lagi.
Kafe Watu di Tembalang betul-betul ada di dunia nyata. Letaknya di salah satu bagian ruas Jalan Tirto Agung. Tapi aku belum pernah ke sana...
DeltaMed adalah grup media yang bernaung di bawah Taurus Corporation milik Rainie Febri (dari novel The Rain Within, 2005), sedang Helman Communications adalah grup telekomunikasi milik Helman Corporation. Helman Comms dipimpin oleh Wisnu Megantoro (novel Say No to Love, 2007).
Buku terbitan Gigih Pustaka yang berjudul Kalo Emang Suka, Tembak Aja! betul-betul ada dan bisa dibeli sungguhan. Pengarangnya adalah Pipiet Abrori, dan merupakan kompilasi dari rubrik konsultasi remaja Dear Mbak Pipiet yang muncul di edisi Minggu Suara Merdeka bertahun-tahun yang telah lalu...
Kafe Monki di kawasan Pleburan, Semarang, adalah tempat bertemu Elan dan Rain di novel The Rain Within, saat Rain menyerahkan gift berupa mug.
Dalam novel ini, kampus Undip masih berlokasi di kawasan Pleburan, tak terlalu jauh dari Simpanglima. Sekarang seluruh areal kampus Undip telah dipindah ke lokasi baru di Tembalang, yang terletak di Kota Atas di dekat Banyumanik.
Bagi Prita, dan juga Saras, masa remaja mereka nggak melulu hanya berisi kisah percintaan yang berwarna serba pink. Mendadak, tak ada hujan tak ada angin, mereka menjumpai kehidupan mereka berada pada persimpangan dua jalan: terus jadi remaja biasa, atau total terjun ke bulutangkis.
Sesudah tampil bagus di Kejurda Yunior Bulutangkis Kota Magelang, Prita didaftarkan secara misterius mengikuti turnamen seri Future Series, Jogjakarta Open, oleh seseorang yang mengaku bernama Pak Subur.
Di pihak lain, Saras yang lantas juga ikut turnamen yang sama, lolos audisi artis sinetron yang digelar agensi modellingnya bekerjasama dengan sebuah PH terkenal di Jakarta.
Pilihan tak menjadi mudah ketika baik Prita maupun Saras sama-sama bermain hebat di Jogja Open. Adakah Prita rela mengorbankan masa remajanya untuk mengejar impian menjadi jagoan badminton kaliber dunia kayak Susi Susanti? Dan manakah yang akan dipilih Saras antara badminton dan sinetron?
Trivia
Ini novel keenam di bawah major label Elex Media Komputindo, setelah Kok Jadi Gini?, Waiting 4 Tomorrow, The Rain Within (2005), Rendezvous at 8 (2006), dan Dunia Dini (2007).
Nama Grasshopper saya ambil dari nama julukan Kwai Chang Caine (David Carradine) dari serial TV “Kung Fu” sewaktu masih belajar di biara Shaolin. Nama julukannya saat itu adalah Grasshopper (Belalang).
Koran Harian Semarang sungguh-sungguh ada di Semarang. Bahkan, saya sempat kerja di sana, meski hanya 4 hari (dari Minggu sampai Rabu!). Tapi waktu Grasshopper mulai saya tulis tahun 2007, jelas belum ada cikal bakal akan berdiri koran Harian Semarang sungguhan.
Wira dan Tabloid Remaja Abege sudah cukup sering muncul di novel-novel saya, mulai “The Rain Within” (2005), “Rendezvous at 8” (2006), hingga “Dunia Dini” (2007). Tabloid Abege juga disebut di “Say No to Love” (2007).
Juara tunggal putera All England tahun 1990 di dunia nyata adalah Zhao Jianhua dari China. Di final, ia mengalahkan Joko Suprianto (Indonesia) dengan skor 15-4, 15-1.
“Menuju Matahari” adalah cerita silat bersambung buatan saya yang dimuat di koran Suara Merdeka Semarang tahun 1997-1998 lalu. Cerita ini sekarang saya re-run di Wien’s World dan ditunggu-tunggu siang-malem oleh Himayati Childa!
Personality kebintangan adalah problem utama mengapa badminton belum semendunia sepakbola, tenis, Formula 1, atau basket. Para pemain serba tampil biasa, simpel, dan apa adanya. Belum ada pebulutangkis yang kontroversial seperti Wayne Rooney, bermulut besar seperti Muhammad Ali, nyentrik seperti Dennis Rodman, atau sekaligus fotomodel seperti Anna Kournikova.
Yang pernah kalah dengan skor all-zero dalam dua set adalah saya sendiri, hehe...! Tahun 1999, saya kalah 0-15, 0-15 dalam pertandingan badminton Proklamasi Kemerdekaan tingkat RW VII di Perumahan Genuk Indah, Semarang.
Jalan Sutopo (Sutopo adalah nama asli saya!) betul-betul ada di Kota Magelang. Letaknya tak terlalu jauh dari alun-alun dan berdekatan dengan kompleks warung kupat tahu yang terkenal itu. Lapas Magelang terletak di Jl Sutopo. Ada yang mau daftar?
Kumpulan cerita lucu Humor Suroboyoan karya Budhi Santoso betul-betul pernah beredar luas melalui email dan mailing list dan membikin gempar para pengguna internet. Saya sendiri hanya punya jilid pertamanya.
Restoran Asia yang menyajikan Chinese food benar-benar ada di Magelang.
Cerita tentang tokoh jagoan yang terobsesi memperdalam ilmu sehingga menelantarkan isteri sendiri saya ambil dari episode kisah Toan Hongya dari cersil The Legend of Condor Heroes karya Chin Yung. Di cerita itu, isteri Toan Hongya yang kesepian lalu menjalin affair dengan Cioe Pek Thong si Bocah Tua Nakal, adik seperguruan Ong Tiong Yang dari Perguruan Coa Cin Pay.
Tak ada yang lebih mengejutkan ketimbang sebuah warisan yang aneh. Farah mengalami itu saat menerima peninggalan khusus dari kakeknya yang baru saja meninggal dunia, berupa Magelang FC, sebuah klub sepakbola profesional yang berlaga di Divisi II Liga Indonesia.
Klub bola atau apapun, sebenarnya yang ia perlukan hanya sarana untuk membuatnya bisa sedikit lebih serius dan bertanggung jawab terhadap hidup. Kebiasaannya ngedugem dan beredar dari satu pesta jet set ke pesta lainnya membuat semua orang gerah. Mereka berharap Magelang FC akan memberi arah baru pada kehidupannya dan membuatnya berhenti menghambur-hamburkan uang—apalagi karena semua itu bukan duitnya sendiri.
Sayang semua tak berjalan semulus yang direncanakan. Selain nol besar soal sepakbola, sifatnya yang semau gue dan gampang naik darah mengacaukan hari-hari awal pekerjaan barunya sebagai owner klub. Bahkan ia langsung terlibat perang dingin dengan Danu, mantan pesepakbola nasional yang direkrut menjadi pelatih baru Magelang FC.
Namun bagaimanapun juga tugas berat untuk menyelamatkan klub dari jurang degradasi ke Divisi III tetap harus dilaksanakan. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, Farah harus pusing mengurusi orang lain, bukan dirinya sendiri.
Ada Achie yang kasmaran pada Danu tapi takut bakal kena “amnesia perasaan”, ada Agus yang membuatnya jatuh suka tapi sayangnya sudah unavailable, Richard yang benci setengah mati padanya dan tak pernah pulang ke rumah, serta juga Danu yang takut bangkit lagi dari reruntuhan masa lalu yang suram.
Tapi sebagaimana yang selalu tertulis di kartu-kartu ucapan, what doesn’t kill you only makes you stronger. Itu berlaku pula buat Farah.
Trivia
·Ini adalah novel kedua yang berkisah soal sepak bola setelah The Rain Within (2005).
·Achie dalam novel ini adalah Achie yang sama di novel Dunia Dini (2007). Demikian pula di sini muncul keluarga Perdana, pemilik perusahaan multinasional Buttercup Indonesia, yang juga muncul di Dunia Dini. Di novel itu, Achie tengah kuliah master di Undip, sebagaimana yang diceritakan di The Sweetest Kickoff.
·Di dunia nyata, klub bola Kota Magelang masih PPSM, yang kini berubah nama jadi PPSM Sakti dan berlaga di Divisi I Liga Indonesia.
·Quotes yang kutampilkan di bagian muka adalah nukilan lagu Thank You for Being a Friend dari Cindy Fee. Lagu ini adalah opening tune dari serial komedi The Golden Girls, yang dulu pada tahun 1990 kutonton lewat TV3 Malaysia. Lagunya bisa diunduh di sini.
·Farah “bertetangga” dengan adikku, Dahono, di Pondok Cabe, Tangerang. Tepatnya di Lembah Pinus perumahan Modernhill, tempat aku ber-home base tiap kali nongkrong di Jakarta.
·Ide nama Agus muncul dari begitu banyaknya orang bernama ini di perumahan tempat tinggalku, Griya Payung Asri, Pudakpayung, Semarang. Di sini ada Agus Riyanto, Agus “Beras”, Agus “Tentara”, dan masih banyak lagi.
·Ide orang ngomong full Inggris datang dari Okta dan konconya, Chou, yang tiap ngobrol berdua pasti pake bahasa Inggris untuk memfasihkan diri.
·Rondho royal adalah sejenis snek tradisional kawasan Semarang, Kendal, dan sekitarnya. Rondho (randha) artinya janda. Royal speaks of itself. Nggak tau juga kenapa makanan itu dinamai demikian. Dan lucunya, macam Farah, aku juga belum pernah melihat atau merasakan rondho royal!
·Tokoh Ika Kulkas bener-bener ada di dunia nyata. Dia adalah salah seorang member Loenpia.Net, komunitas blogger Semarang. Tinggalnya di Pringapus, Kabupaten Semarang, dan ngetop berkat website-nya, Koolsonic.
·Restoran Selera Kuring tempat welcome dinner pemilik baru Magelang FC bener-bener ada. Letaknya di dekat Terminal Bus Magelang di Jl Soekarno-Hatta. Lucunya, aku belum pernah makan di situ, jadi semua setting tempat di resto itu murni khayalan (mesakke…!). Aku juga nggak tahu apa di sana beneran ada kolamnya atau nggak!
·Seragam kaos biru-putih zebra, celana hitam, dan kaos kaki putih adalah kostum klub Sheffield Wednesday FC, yang kini berlaga di Championship Division, Liga Inggris.
·Tony Parsons, yang novelnya dibaca Achie, adalah novelis yang jadi tokoh panutan Dewie Sekar dalam bernovel. Aku baca ini di blognya pada zaman dahulu kala.
·Desa Gedongan di Borobudur, Magelang, memang bener-bener ada. Desa ini terletak di tepi Kali Sileng. Rumah tempat biasanya aku mudik persis berlokasi di tepi sungai itu. Nora Umres pernah satu kali ke sana, dan katanya mau nginep, tapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan dengan sepenuh hati!
·Dokter Andori, yang merawat Farah selama di Gedongan, juga bukan tokoh fiktif. Dia adalah dokter langganan dan sekaligus sahabat dekat almarhum Bapak dulu. Tempat prakteknya persis di jantung kotaBorobudur, dekat dengan pintu masuk ke kawasan parkiran Taman Candi Borobudur.
·Panggilan “Bu”, “Mbak”, dan “Tante” yang serba disalahkan adalah salah satu teknik dagelan Srimulat. Dulu teknik itu dimainkan dengan sempurna oleh Indri dan almarhum Timbul. Waktu jengkel karena memanggil apapun jatuhnya selalu salah, Timbul menukas jengkel “Jadi gini, wong edan…!”
·Ide manajer (pelatih) merangkap pemain kuambil dari kiprah Dennis Wise pas jadi player-manager di klub Millwall tahun 2003-2005. Bedanya, dulu Wise bermain penuh sepanjang pertandingan dan tak hanya jadi pemain pengganti. Adegan lucu terjadi tiap kali Wise menyuruh asisten manajer untuk mengganti dirinya dengan pemain lain.
Novel ini berkisah soal pasangan bos dan sekretaris bernama Wisnu dan Dewi. Wisnu adalah Presiden Direktur Helman Communications, sebuah perusahaan telekomunikasi dan hiburan multinasional. Ia juga merupakan putra sulung Rijanto Helman, CEO Helman Corporation, induk perusahaan Helman Comm. Hidup Wisnu berubah saat ia menerima Dewi yang rookie dan masih hijau sebagai sekretarisnya. Iseng, ia memelonco Dewi pada hari pertama gadis itu masuk kerja. Tak disangka, Dewi marah dan mengamuk sejadinya gara-gara peloncoan itu. Wisnu yang merasa bersalah pun lantas minta maaf dengan cara yang sangat spektakuler. Dan awalan yang agak aneh itu lantas membawa hubungan mereka ke titik yang juga tak terduga-duga. Lebih dari sekadar bos dan sekretaris, keduanya segera saja menjadi akrab dan dekat mirip sepasang sobat pada masa sekolah atau kuliah. Tak hanya itu, pembawaan Dewi yang ceria dan berbagai keahlian serta minatnya membawanya diterima dengan cepat oleh keluarga Helman. Maka, berbagai rumor, gosip, selentingan, dugaan, dan tuduhan soal kedekatan mereka pun merebak. Hampir semua orang sepakat bahwa mereka harus jadian, karena keakraban mereka membuktikan bahwa keduanya memang sama-sama pas satu sama lain. Lucunya, Wisnu dan Dewi sendiri justru cuek bebek dan menganggap semuanya angin lalu. Mereka sama-sama nggak menemukan chemistry dan special feeling yang membuat keduanya harus bergerak lebih dalam daripada sekadar pertemanan biasa. Namun ketika kisah cinta masing-masing akhirnya kandas—dan sama-sama kena batunya oleh cinta—, mereka pun dihadapkan pada satu kenyataan yang amat sukar ditelaah. Jika memang sudah sama-sama cocok dan perfect for each other, masih perlukah cinta menjadi bumbu dan alasan untuk bersatu? Trivia: Judul-judul bab dalam buku ini memakai kalimat dan frase-frase dalam bahasa Latin yang selama ini dijadikan motto, semboyan, pandangan hidup, atau slogan dari berbagai organisasi, lembaga, sekolah, dan universitas di seluruh dunia. Ungkapan “Gedhang kawak, dhele kawak… wong liya dadia sanak!” berasal dari tetembangan dalam lakon Gara-gara (dagelan Petruk-Gareng cs) salah satu pentas mendalang wayang kulit Ki Hadisugito yang kudengar sekitar tahun 1985-an. Tembang itu berjudul Lepetan. (Lepet=sejenis snek Jateng & Jogja yang berbentuk mirip lemper) Dalam Gara-gara itu, Bagong bernyanyi memelesetkan liriknya menjadi “Gedhang kawak, dhele kawak… wong liya dadia sambel!”. Kaset Romantic Jazz yang diobrolkan Dewi dan Pak Helman dalam pertemuan pertama mereka adalah kaset jazz favoritku. Dan lagu Angela II-nya Charnett Moffett juga merupakan lagu favoritku dari album itu. Aku membeli kaset itu pada bulan Desember 1992 dan hingga sekarang masih ada. Masih rajin kuputer meski kualitas suaranya sudah menurun termakan usia. Nomor ponsel Pak Helman yang ia diktekan pada Dewi di halaman 101 adalah nomor ponselku. Itu satu-satunya nomor HP yang kupunya sejak 2001 sampai sekarang (lain dari orang-orang, aku nggak hobi ganti atau nambah nomer HP). Itupun bukan nomer baru karena aku beli dari Jatmiko, temanku, seharga Rp 150 ribu. Di buku, tiga digit terakhir dihapus oleh Mbak Ike, editor GPU. Padahal dibeberkan terang-terangan pun nggak papa. Tiga digit terakhir itu adalah “094”. Novel teenlit bersampul biru cerah yang diambil dan dibaca-baca Dewi di TB Gramedia sebelum bertemu Pak Helman adalah Kok Jadi Gini?, novel pertamaku yang memang berkaver biru. Rumah makan Padang Sederhana tempat makan Dewi dan Pak Helman sesudah belanja buku di TB Gramedia betul-betul ada. Letaknya di Jalan Pandanaran, Semarang, dan kondisinya tak sesederhana namanya. Wartel Boing tempat makan duren Wisnu dan Reva benar-benar ada. Letaknya di Kecamatan Jambu, Ambarawa, di ruas jalan utama Semarang-Magelang. Warung itu jadi langganan hang out-ku bareng tim Kantin Banget Suara Merdeka tiap kali roadshow ke arah selatan. Fany yang ditemani Dewi menjaga front desk stand Indonesia di Malaysia International Trade & Commmerce Expo adalah Fany temanku si dedengkot Loenpia.Net (http://faniez.net/blog). Fany yang asli juga tinggal di Jalan Barito, Semarang, dan ortunya punya bisnis travel agent. Tapi Fany yang asli kuliahnya nggak di Kuala Lumpur. Anita pacar Reva yang menemui Dewi di Kampung Laut adalah Anita editor fiksi Tabloid Abege yang membantu penyelidikan Dini dan Maya dalam Dunia Dini, sedang Rizal Anggodo yang merupakan sepupu Dewi adalah Rizal sahabat Rio yang dalam Dunia Dini naksir Maya tapi sekaligus jatuh cinta pada Dini. Ending cerita di mana si cowok mendatangi rumah si cewek pada pagi dini hari terilhami ending film As Good as It Gets. Bedanya, jika Carol Connelly (Helen Hunt) dan Melvin Udall (Jack Nicholson) lantas jalan-jalan untuk nyari kedai roti yang buka paling pagi, di sini Dewi dan Wisnu lantas masuk rumah untuk nonton DVD dan lantas sahur bareng. Goof: Pada sekitar bulan September-Oktober, Wartel Boing tak mungkin menyajikan duren, karena musim duren berlangsung antara Januari hingga April. Sesudah musim duren berakhir, Wartel Boing ganti berjualan kelapa muda.
Sesudah diterima menjadi reporter baru Majalah Tinta, majalah sekolah SMA Negeri 25 Semarang, tugas pertama Dini adalah mewawancarai Pak Sasongko Rahardjo, mantan kepala sekolah mereka yang telah pensiun. Ia ditemani Maya dan kemudian bertemu Anita, editor Tabloid Remaja Abege, yang kebetulan juga tengah akan mewawancarai tokoh yang sama. Namun acara interviu mereka gagal karena Pak Sas tiba-tiba hilang tanpa ketahuan rimbanya. Pak Sas meninggalkan rumahnya dalam keadaan pintu tak terkunci dan anak kuncinya masih terpasang di tempatnya. Situasi jadi makin mengherankan ketika ketiga cewek itu mendengar bahwa Pak Sas tengah terkena perkara korupsi semasa ia masih menjabat Kepsek SMA 25 dan kasusnya sudah akan disidangkan. Bertiga, mereka mulai melacak keberadaan Pak Sasongko dan apa sebenarnya yang membuatnya mendadak lenyap. Penyelidikan investigative reporting mereka kemudian memunculkan banyak fakta yang mengejutkan, seperti misalnya keberadaan Pak Sas sebagai salah satu anggota Dewan Komisaris perusahaan makanan olahan multinasional, PT Buttercup Indonesia. Siapa sebenarnya Pak Sasongko? Benarkah ia sebenarnya adalah seorang multijutawan yang sangat kaya raya? Lalu apa kaitannya dengan kematian Bu Alexa Perdana, anak dari pendiri PT Buttercup, Pak Samuel Perdana? Dan mengapa seolah-olah ia memendam kisah masa lalu yang sangat tragis dan luar biasa? Pada saat yang sama, Maya tengah dilanda cinta pada Rizal, teman kuliah Rio, kakak Dini. Awalnya semua berjalan lancar karena Rizal pun menyukai Maya yang cantik dan unik. Sayang kemudian kisah cinta mereka menemui belokan jalan yang memusingkan ketika Rizal tahu-tahu jatuh cinta pada orang yang sama sekali tak terduga-duga. Trivia: Komen Anita soal “dangkal tapi revolusioner” aslinya adalah omongan dia waktu dia dan aku ngobrolin game-game di situs GameHouse dan Yahoo! Games macam Zuma Deluxe, Luxor, atau Bejeweled. Sebenarnya masih ada satu subplot lagi di Dunia Dini, yaitu soal Rio yang nemu seekor anjing pudel dan membawanya berkenalan dengan seorang dokter hewan cantik bernama Vety. Tapi karena terlalu tebal dan harus direvisi, plot itu terpaksa diilangi dan disimpan untuk episode lain Dunia Dini (kalau ada!). Tokoh Bu Ria kuambil dari Bu Ria guru Bahasa Indonesia SMA Bruderan, Purwokerto, yang sekitar tahun 2005 lalu pernah mengundang Tabloid Tren untuk jadi pembicara di training jurnalistik yang diselenggarakan SMA Bruderan. Waktu itu aku berangkat bareng Martiana N Hartanti dan Dwi NR. Anita yang asli menyatakan diri pensiun sebagai novelis setelah menerbitkan dua novel dan kini bekerja di kantor PMI Cabang Jateng di Jl Tanjung, Semarang. Nomor telepon rumah Dini (766308xx) adalah nomor telepon rumah Martiana N Hartanti di Pamularsih. Sedang nomor telepon Bu Erma (67334xx) adalah nomor telepon Unik Dian Mumpuni (editor Tabloid Cempaka Minggu Ini, Semarang) di Medoho. Coba buktiin sendiri! Nora Umres yang asli kini hilang tak ketahuan rimbanya mirip Pak Sasongko Rahardjo. Ada yang mau bantu nyariin? Tokoh Achie yang memiliki blog berjudul My Alive and Kicking Days terinspirasi oleh sobatku Asri Wijayanti. Dia punya weblog yang berjudul Days of a Girl (http://daysofagirl.blogspot.com/) dengan tagline yang berbunyi “These are the stories of my alive and kicking days”.
Telah menerbitkan 10 novel sejauh ini: www.gombel.com, The Unfunniest Comedy (2011); Grasshopper (2010); The Sweetest Kickoff (2009); Say No to Love, Dunia Dini (2007); Rendezvous at 8 (2006); The Rain Within, Waiting 4 Tomorrow, Kok jadi Gini? (2005).