Sesudah diterima menjadi reporter baru Majalah Tinta, majalah sekolah SMA Negeri 25 Semarang, tugas pertama Dini adalah mewawancarai Pak Sasongko Rahardjo, mantan kepala sekolah mereka yang telah pensiun. Ia ditemani Maya dan kemudian bertemu Anita, editor Tabloid Remaja Abege, yang kebetulan juga tengah akan mewawancarai tokoh yang sama.Namun acara interviu mereka gagal karena Pak Sas tiba-tiba hilang tanpa ketahuan rimbanya. Pak Sas meninggalkan rumahnya dalam keadaan pintu tak terkunci dan anak kuncinya masih terpasang di tempatnya. Situasi jadi makin mengherankan ketika ketiga cewek itu mendengar bahwa Pak Sas tengah terkena perkara korupsi semasa ia masih menjabat Kepsek SMA 25 dan kasusnya sudah akan disidangkan.